“dan pemenang untuk juara 1 tema 2 dengan tema persahabatan pada canon photo marathon 2014 adalah…..” sorak sorai campur bangga menyeliputi tiap mahasiswa fotografi ISI Yogyakarta yang hadir memenuhi JCM sore itu.
Mahasiswa Institut Seni Indonesia kembali meraih gelar juara dalam perlombaan yang cukup bergengsi, Canon Photo Marathon Indonesia 2014. Setelah tahun lalu kita mengenal Daniel Oky (FT’11) kini giliran mahasiswa baru Gunung Pamungkas yang berhasil meraih gelar juara 1 pada tema 2 dalam lomba tersebut. Bukan hanya membawa pulang gelar juara, pria kelahiran 1 Desember 1994 ini juga mendapatkan kamera canon 60D dan Trip Photo Clinic ke Lombok, salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia.

Canon Photo Marathon sendiri adalah ajang perlombaan foto yang diselenggarakan oleh PT Canon Datascript Indonesia pada setiap tahunnya. Pada tahun 2014 ini Canon Photo Marathon Indonesia diselenggarakan di beberapa kota besar yaitu Jakarta, Medan dan Yogyakarta. Untuk kota Yogyakarta, PT Canon Datascript memilih Jogja City Mall (JCM) sebagai tempat untuk diadakannya event bergengsi ini. Dewan juri yang ikut terlibat dari kontes foto ini adalah para fotografer profesional diantaranya Misbachul Munir, Ray Bachtiar, Rarindra Prakarsa, Wahyu Wijoseno Aji, Denny Feblu dan Heru Chandra (Manajer Divisi PT Datascript). Sedangkan pesertanya berasal dari berbagai macam komunitas fotografi, kelompok mahasiswa, hobiis dan penikmat fotografi dari seluruh nusantara.
LOMBOK
Sempat cemas karena tidak mendapat kabar dari panitia mengenai trip dalam kurun waktu 1 bulan, Gunung pun pasrah. Namun pada akhir Desember ia dihubungi panitia dan dimintai konfirmasi mengenai Trip yang dijadwalkan pada tanggal 7 Januari 2015.
Pengalaman yang luar biasa ia dapat pada Photo Clinic ini. Pada malam hari, rombongan pemenang diberikan workshop sebagai pembekalan untuk hunting keesokan harinya. Salah satu pengisi workshop saat itu adalah Misbachul Munir, seorang fotografer kenamaan di Indonesia. Pagi hari, rombongan dijadwalkan untuk membidik sunrise di pantai-pantai Lombok, namun sangat disayangkan kondisi cuaca di Lombok saat itu kurang bersahabat, sehingga ia dan rombongan tidak dapat melihat keindahan sunrise lombok yang terkenal di kalangan traveller maupun Landscape Photographer.
“Jadi lebih kenal sama banyak fotografer hebat” ungkapnya. Sebut saja Misbachul Munir, Budi Prast Fotografer Kabari Jogja, Panji Vasco Da Gama fotografer asal Solo. Mereka lah yang mendampingi rombongan pemenang selama Photo Clinic di Lombok.


Pantai Payung, Pantai Aan, Benang Kelambu dan masih banyak lagi wisata-wisata Lombok yang ia kunjungi. Namun baginya, yang paling membuatnya terkesan adalah Desa Sade. Desa Sade merupakan desa penghasil kain tenun khas lombok. Ia bercerita harus mengurungkan niatnya untuk membeli salah satu kain yang indah tersebut karena uang jajan yang pas-pasan. Saat ditanya apa ia mendapat “bekal” dari kampus, ternyata tidak. Padahal ia cukup berharap untuk tambahan uang jajan, katanya cengengesan.
Semoga prestasi Gunung Pamungkas menjadi salah satu awal yang baik untuk mahasiswa FSMR ISI Yogyakarta. Sehingga kedepannya setiap pribadi memiliki jiwa yang lebih kompetitif dan motivasi lebih untuk membawa harum nama baik Institut Seni Indonesia.
Oleh Kurnia Yaumil Fajar