Pada hari Rabu tepatnya tanggal 24 Juni 2015, mahasiswa fotografi Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta angkatan 2014 mengadakan pameran yang bertajuk Imaji #1 di Gallery Fotografi FSMR ISI Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk menyelesaikan tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Proses Imaji 1. Pameran fotografi hitam putih ini menampilkan lebih dari 100 karya dari fotografer muda FSMR ISI Yogyakarta.

Mata kuliah Proses Imaji 1 mengenalkan kepada mahasiswa tentang proses pembuatan foto yang menggunakan media film dan kamar gelap. Sehingga mahasiswa diharapkan dapat mengetahui proses kreatif yang terjadi ketika melakukan pencucian film dan pencetakan foto. Mata kuliah Proses Imaji 1 memberikan informasi mengenai fotografi yang dulu sangat sederhana hingga menjadi sangat modern seperti sekarang.
Pameran proses Imaji #1 ini dibuka langsung oleh Bapak Drs Alexandre Lutfi R. M.S selaku dekan FSMR dan diisi oleh sambutan dari dosen pengampu mata kuliah Proses Imaji #1 Bapak Irwandi M.Sn. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa fotografi angkatan 2014 sebagai pengkarya, dosen, kakak tingkat, mahasiswa lintas jurusan, beberapa media surat kabar, dan penikmat fotografi analog dari berbagai daerah. Acara yang dibuka pada pukul 16.00 WIB ini dimeriahkan oleh penampilan band lokal Before Gath dan beberapa mahasiswa FSMR itu sendiri.
Acara pameran ini mendapatkan respon yang baik dari dosen FSMR, khususnya dari dekan FSMR karena fotografi analog pada masa sekarang hampir tidak pernah digunakan lagi. Sehingga selain melestarikan proses cetak foto menggunakan media negatif, pameran ini juga mendidik mahasiswa untuk mengetahui tentang sejarah foto dari masa ke masa. Namun dibalik kesuksesan pameran ini, ada beberapa kendala yang terjadi sebelum acara pameran berlangsung.
Proses penciptaan karya fotografi yang menggunakan media film negatif membutuhkan waktu yang panjang. Untuk membuat satu karya foto siap pamer dibutuhkan ketelitian yang tinggi dari pengkarya. Tidak semua foto yang dicetak menghasilkan karya yang memuaskan, ditambah lagi alat yang digunakan dalam proses kamar gelap sangat terbatas. Kampus FSMR ISI hanya memiliki 3 kamar gelap yang digunakan bergantian setiap hari menjelang pameran, sehingga pengkarya kesulitan untuk bereksperimen karena mereka hanya memiliki sedikit waktu mengingat banyaknya pengkarya yang mengantri menggunakan kamar gelap.
Tidak sampai disitu, persiapan pameran yang sangat singkat membuat para pengkarya tidak menyiapkan karyanya dengan maksimal. Banyak karya yang tidak dipigura dengan baik meskipun pada pameran ini para pengkarya mendapatkan kebebasan dalam penyajian fotonya. Alhasil beberapa pigura susah dipasang di dinding, bahkan beberapa diantaranya jatuh dan membuat kacanya pecah. Kurangnya rasa memiliki pameran dan karya membuat proses pemasangan display berjalan lambat. Banyak karya siap pamer yang ditinggal pemiliknya, sehingga tim display kesulitan menemukan pasangan dari tiap karya yang akan dipamerkan. Kurangnya koordinasi dan rasa peduli dari pengkarya membuat acara pameran ini berlangsung molor hingga 1 jam. Hingga pukul 16.00 WIB Gallery FSMR ISI masih belum steril dari kotoran bekas pemasangan display.
Minimnya respon dari tiap mahasiswa yang mengikuti pameran terhadap pemasangan karya adalah salah satu faktor yang menyebabkan pameran tidak berjalan lancar. Contohnya adalah pemasangan karya menggunakan dobel tape yang tidak mempertimbangkan berat dari pigura dan kaca. Selain itu, resiko ketika menggunakan dobel tape adalah rusaknya karya dan dinding gallery yang kotor. Hal sepele yang menyebabkan masalah seperti ini mungkin tidak akan terjadi jika masing masing dari pengkarya mempunyai rasa tanggung jawab terhadap pameran yang dibuatnya.
Menjelang kegiatan pameran atau apapun sebaiknya dipersiapkan dengan baik tentang jobdesk dari panitia. Sehingga tidak terjadi kebingungan yang tidak produktif pada detik detik acara. Acara apapun jika masing masing dari peserta memiliki rasa peduli terhadap acara, pasti akan tercipta kondisi yang baik. Semoga hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua dalam mempersiapkan pameran. Salam.
Oleh Gressandhy Rangga